Apa Saja 4 Bahan Baku Daging Imitasi untuk Vegetarian?

Pernahkan Anda menyantap makanan enak di Magelang berupa steak daging, namun ternyata daging tersebut adalah jamur? Kok, bisa dari jamur menjadi daging? Bagaimana caranya?

 

Makanan vegetarian tidak melulu hanya sayur segar yang direbus dan ditumis. Jika sayuran tersebut diolah lebih lanjut, bisa disulap menjadi daging imitasi yang vegetarian-friendly. Misalnya seperti steak, nugget, bacon, otak-otak, dendeng, ikan asin, hingga rendang. Uniknya, walaupun terbuat dari sayuran, rasa dan teksturnya bisa sangat mirip dengan daging aslinya tergantung dari cara mengolahnya.

 

Nah, di bawah ini ada beberapa bahan baku untuk daging imitasi yang biasa dikonsumsi oleh para vegetarian dan vegan. Kira-kira apa saja dan bagaimana cara pembuatannya? Simak ulasannya, yuk!

 

Jamur

Bahan baku ini sering sekali digunakan pada restoran vegetarian untuk diolah sebagai daging imitasi. Jamur memiliki tekstur berserat yang mirip daging sapi dan ayam. Biasanya, jamur tiram dan jamur kancing yang dapat diolah menjadi daging imitasi untuk dijadikan steak, rendang, semur, empal, dan lainnya. Bagi Anda yang sedang diet karena kolesterol, menyantap jamur bisa jadi pilihan karena bebas lemak jahat. Namun jika Anda butuh asupan protein yang besar, jamur tidak bisa dijadikan makanan utama karena proteinnya hanya sedikit.

 

Seitan

Eits, tenang, ini bukan makhluk halus kok. Seitan adalah makanan pengganti daging yang terbuat dari gluten gandum. Cara membuatnya, adonan tepung dicuci hingga patinya hilang dan tersisa hanya sebentuk adonan kenyal yang tidak larut di air. Adonan tersebut dibekukan, lalu dipotong atau suwir sebelum dimasak. Banyak yang menjadikan seitan ini sebagai pengganti ayam suwir karena teksturnya yang mirip. Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga cocok dikonsumsi mereka yang vegetarian. Namun, seitan ini tidak cocok untuk mereka yang gluten intolerance atau alergi gluten karena bisa mengakibatkan gangguan pencernaan.

 

Kedelai

Tempe dan tahu adalah hasil dari olahan kedelai. Tapi mengonsumsi tempe dan tahu saja sudah terlalu biasa. Maka, kini hadir makanan vegetarian dari kedelai. Jadi awalnya kedelai diolah dahulu menjadi tepung, lalu dicampur dengan gluten agar padat. Makanan vegetarian tersebut bentuknya cukup beragam, mulai dari nugget, otak-otak, sate, burger patty, dan lainnya.

 

Nangka

Nangka? Mungkin Anda sudah biasa mendengar sayur nangka, gulai nangka, dan tumisan nangka di masakan Indonesia. Namun di negara Barat ternyata ini lumayan baru, lho. Mereka baru menemukan bahwa nangka bisa diolah menjadi daging imitasi untuk burger. Caranya dengan memasak nangka muda dengan saus barbeque dalam waktu yang lama, setelah itu nangka disuwir dan ditaruh di dalam burger. Rasanya lezat dan vegetarian-friendly pastinya. Eits, tapi jangan dikonsumsi terlalu banyak karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lifestyle

Cripto Crash Paling Menyeramkan Sepanjang Sejarah

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu begitu mendengar kata kripto? Yup, mungkin kamu sudah terbayang dengan berbagai term yang berkaitan dengan sistem keuangan yang sifatnya modern. Apalagi aplikasi kripto Indonesia kini sudah menjamur dan memiliki kualitas-kualitas yang semakin baik, salah satunya Nanovest yang menyediakan pasar cripto dengan pilihan beragam. Namun, tahukah kamu bahwa sebagaimana […]

Read More
Lifestyle

Perbedaan Desain Jersey Persebaya untuk Musim Depan

Perbedaan Desain Jersey Persebaya untuk Musim Depan. –Persebaya Surabaya telah bersiap  untuk mengarungi Liga 1 musim Depan. Untuk menyambut Liga 1, Persebaya surabaya  rencananya akan mengadakan launching jersey yang akan mereka gunakan di kompetisi nanti. Seragam biru-biru khas Persib pasti akan menjadi jersey home, namun bagaimana desainnya? Desain jersey Persebaya Surabaya untuk Musim depan mungkin […]

Read More
Lifestyle

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Pendidikan Seksual Jangan Dianggap Tabu

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, pentingnya mengubah persepsi tentang pendidikan seksual, mengingat pendidikan ini sangat perlu dilakukan sejak dini, bahkan kepada anak anak. Pendidikan seksual, menurutnya, tidak sekadar tentang hubungan seksual, melainkan juga perlindungan kesehatan sehingga jangan dianggap tabu. Ia menyarankan memulai pembicaraan edukasi seksual dari sisi kesehatan, disesuaikan […]

Read More